Girimulya.id – Tri Wibowo, seorang lansia, menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal saat hendak salat Subuh pada Senin, 30 Maret 2026, di Perumahan Bumisani Permai, Tambun Selatan. Kejadian teror air keras ini mengejutkan warga setempat dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.
Kronologi Teror Air Keras di Tambun Selatan
Kejadian bermula saat Tri Wibowo berjalan kaki menuju musala untuk melaksanakan salat Subuh. Tiba-tiba, dua orang yang berboncengan sepeda motor mendekat dan menyiramkan air keras ke tubuh korban. Alhasil, korban mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke RS Primaya untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kompol Wuriyanti, Kapolsek Tambun Selatan, telah mengonfirmasi kejadian ini. Penyidik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi untuk mengungkap kasus teror air keras ini. “Kami mohon doa agar kasus ini segera terungkap,” ujar Wuriyanti.
Keterangan Saksi Mata Mengenai Pelaku
Rahmat juga sempat melihat pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna putih gading dengan helm full face hitam. Ia mengaku sempat curiga karena pelaku terlihat berkeliling di dalam kompleks perumahan sebelum kejadian teror air keras. “Saya sempat lihat dua orang pakai helm full face hitam, motor matic warna putih gading. Mereka muter-muter di dalam kompleks,” katanya.
Respon Warga Terhadap Aksi Teror Air Keras
Warga Perumahan Bumisani Permai merasa resah dan ketakutan akibat kejadian ini. Jefi Samhadi, warga setempat, mengungkapkan bahwa teror air keras ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, kendaraan warga juga menjadi sasaran pelaku. “Ini sudah yang kedua bahkan ketiga kali. Sebelumnya mobil Fortuner juga disiram di lokasi yang tidak jauh dari sini. Kali ini korbannya manusia, makanya kami langsung laporkan ke polisi,” ujar Jefi, Senin (30/3/2026).
Oleh karena itu, warga berharap pelaku segera ditangkap polisi. Kejadian ini menimbulkan ketakutan, terutama saat warga beraktivitas pada malam hingga dini hari. “Kami resah, takut ada korban berikutnya. Mudah-mudahan pelaku cepat tertangkap,” tegasnya.
Kondisi Korban dan Harapan Warga
Jefi menuturkan bahwa Tri Wibowo merupakan sosok pendiam dan tidak memiliki masalah dengan warga sekitar. Tri sudah pensiun dan memiliki riwayat stroke, sehingga aktivitasnya terbatas hanya beribadah dan beristirahat di rumah. “Korban orang baik, tidak banyak bicara, jarang keluar rumah selain salat. Kami juga bingung kenapa bisa jadi sasaran,” tambahnya. Kondisi Tri Wibowo per update 2026 masih dalam pantauan intensif di rumah sakit.
Pascakejadian teror air keras ini, warga meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat. Patroli malam ditingkatkan dan warga saling mengingatkan untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada jam-jam rawan. Selain itu, warga juga memasang lebih banyak CCTV di area-area strategis untuk membantu memantau situasi dan mengidentifikasi pelaku.
Upaya Pihak Kepolisian Mengungkap Kasus
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku teror air keras ini. Selain memeriksa rekaman CCTV dan keterangan saksi, polisi juga melakukan pendalaman terhadap motif pelaku. Beberapa dugaan motif muncul, mulai dari dendam pribadi hingga aksi teror yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Namun, hingga saat ini, belum ada titik terang mengenai identitas pelaku. Polisi berjanji akan terus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini dan membawa pelaku ke pengadilan.
Update terbaru 2026, kepolisian juga menggandeng ahli forensik untuk menganalisis cairan air keras yang digunakan pelaku. Analisis ini diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai asal-usul cairan tersebut dan membantu mengidentifikasi pelaku. Sementara itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat juga diminta untuk memberikan informasi kepada polisi jika memiliki petunjuk yang dapat membantu mengungkap kasus ini.
Dampak Psikologis Teror Air Keras pada Warga
Aksi teror air keras ini tidak hanya menimbulkan luka fisik pada korban, tetapi juga dampak psikologis yang mendalam bagi warga Perumahan Bumisani Permai. Banyak warga yang merasa cemas dan takut untuk beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari. Beberapa warga bahkan mengalami trauma dan membutuhkan bantuan psikologis untuk mengatasi rasa takut dan cemas tersebut. Oleh karena itu, pemerintah daerah bekerja sama dengan psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan psikologis kepada warga yang terdampak.
Di sisi lain, kejadian ini juga memicu solidaritas dan kepedulian antarwarga. Warga saling membantu dan memberikan dukungan морально kepada korban dan keluarganya. Selain itu, warga juga активно berkomitmen untuk meningkatkan keamanan lingkungan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali pada tahun 2026.
Kesimpulan
Kasus penyiraman air keras terhadap seorang lansia di Tambun Selatan menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan masyarakat setempat. Upaya pengungkapan kasus ini terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Warga pun diimbau untuk tetap waspada dan saling menjaga keamanan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
