Girimulya.id – Desa Wisata (Deswita) Pandansari di Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, menawarkan destinasi wisata murah meriah per 2026. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam pedesaan tanpa biaya masuk, cukup membayar makanan atau wahana yang dipilih.
Kawasan wisata ini, yang terletak di Batang, Jawa Tengah, semakin populer sebagai surga kuliner tradisional dan petualangan air yang seru. Selain itu, Deswita Pandansari terus berbenah untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung pada 2026.
Kuliner Tepi Sungai yang Menggugah Selera
Sepanjang jalan beton tepi sungai sejauh 2 kilometer, pengunjung akan menemukan puluhan warung sederhana yang menawarkan berbagai makanan lezat. Pengunjung dapat bersantai sambil menikmati hidangan khas di tepi sungai.
Salah satu hidangan yang wajib dicoba adalah Sego Megono, nasi rames khas dengan cacahan nangka muda, parutan kelapa, bumbu rempah, dan aroma bunga kecombrang yang otentik. Pedagang di sini selalu menyajikan makanan segar langsung dari wajan.
Tidak hanya itu, tempe mendoan yang digoreng dadakan saat dipesan menjadi pelengkap yang sempurna. Kombinasi nasi megono yang gurih pedas, mendoan yang masih mengepul panas, semilir angin, gemericik air sungai, serta pemandangan sawah dan pegunungan, menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan.
Rahma, seorang pengunjung asal Pekalongan, menuturkan pengalamannya, “Di sini enak buat olahraga jogging, setelah itu sarapan megono.” Hal ini menunjukkan bahwa Deswita Pandansari menjadi pilihan ideal untuk berolahraga sambil menikmati kuliner lezat.
Serunya River Tubing di Sungai Pandansari
Selain wisata kuliner, Deswita Pandansari juga menawarkan pengalaman petualangan air yang seru melalui river tubing. Sungai di Pandansari sangat aman bagi pengunjung segala usia karena arusnya tenang dan kedalamannya dangkal.
Pengunjung dapat menyewa ban untuk bermain air di pinggiran sungai, atau mencoba paket river tubing yang menjadi primadona. Paket komplit ini termasuk menyusuri sungai sepanjang 4 kilometer, transportasi lokal, pemandu wisata, asuransi, dokumentasi, hingga fasilitas makan dan minum.
Keamanan menjadi prioritas utama dalam kegiatan river tubing. Ban yang digunakan dilengkapi dudukan dan pegangan khusus. Setiap peserta juga dibekali decker pelindung siku dan lutut, serta dijaga oleh petugas siaga di berbagai titik sungai.
Fasilitas dan Pilihan Wisata Lengkap
Sejak ditetapkan sebagai desa wisata, Desa Pandansari terus mengembangkan berbagai pilihan wisata. Pengunjung dapat menikmati outbound, hiking, river tubing, rafting, dan camping spot.
River tubing menawarkan dua pilihan jalur: 2 kilometer untuk anak-anak dan 4 kilometer untuk dewasa. Sungai yang dilalui memiliki lebar 7 meter dengan kedalaman 30 sentimeter hingga 1 meter. Arusnya cukup deras, namun tetap aman bagi pengunjung.
Susur sungai menjadi lebih seru karena dilakukan bersama-sama. Minimal ada enam orang dalam tiap sesinya. Tepian sungai juga telah dibangun jalan hingga ke Bendung Krompeng, sehingga pengunjung yang tidak ikut berenang dapat dengan mudah mengambil gambar.
Akses dan Informasi Tambahan Terbaru 2026
Tempat wisata ini mulai dirintis sejak 2012 dan resmi beroperasi sejak 2015. Area wisata buka setiap hari, kecuali hari Jumat. Lokasinya strategis, dekat dari pusat Kota Batang maupun Pekalongan. Patut dicatat, pada tahun 2026, pemerintah daerah berencana untuk meningkatkan infrastruktur jalan menuju lokasi guna memperlancar akses pengunjung.
Deswita Pandansari menawarkan alternatif liburan hemat dengan beragam aktivitas menarik. Lalu, bagaimana dengan UMR (Upah Minimum Regional) 2026 di Batang? Dengan biaya wisata yang terjangkau, Deswita Pandansari tetap menjadi pilihan menarik bagi wisatawan lokal maupun luar kota.
Pengembangan Desa Wisata Pandansari hingga 2026
Pengembangan Deswita Pandansari terus berlanjut hingga tahun 2026. Masyarakat setempat aktif berpartisipasi dalam pengembangan potensi wisata desa, mulai dari penataan lingkungan hingga peningkatan kualitas pelayanan.
Pemerintah Kabupaten Batang juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Deswita Pandansari. Dukungan ini berupa pelatihan bagi pengelola wisata, promosi wisata, serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Dengan berbagai upaya pengembangan yang dilakukan, Deswita Pandansari diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang semakin populer dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat per 2026. Bahkan, ada rencana pengembangan penginapan bergaya tradisional untuk menarik lebih banyak wisatawan menginap.
Kesimpulan
Deswita Pandansari menawarkan kombinasi wisata alam, kuliner, dan petualangan yang terjangkau. Dengan berbagai pilihan aktivitas menarik dan fasilitas yang memadai, desa wisata ini menjadi destinasi ideal untuk liburan bersama keluarga maupun teman. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam dan kelezatan kuliner di Deswita Pandansari pada tahun 2026!
