Beranda » Berita » UNIFIL Investigasi: Menlu Desak Usut Tuntas Insiden Lebanon Terbaru 2026

UNIFIL Investigasi: Menlu Desak Usut Tuntas Insiden Lebanon Terbaru 2026

Girimulya.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendesak UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait serangan yang menimpa markas mereka di Lebanon Selatan. Desakan ini muncul setelah Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, seorang anggota TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL, gugur dalam insiden tersebut.

Menlu Sugiono juga meminta semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut. Selain mendorong investigasi **UNIFIL**, ia mengecam keras serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan. Lalu, bagaimana perkembangan investigasi tersebut?

Desakan Investigasi UNIFIL atas Insiden Maut

Sugiono menyatakan bahwa UNIFIL telah berkomitmen untuk menyelidiki secara menyeluruh insiden yang terjadi pada Ahad, 29 Maret 2026, di dekat Adchit Al Qusayr. “Belum jelas ini serangannya dari mana, kita tunggu saja hasil investigasi dari UNIFIL,” ungkap Sugiono melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Senin, 30 Maret 2026.

Lebih lanjut, Sugiono menekankan pentingnya menahan diri bagi seluruh pihak yang berkonflik. “Sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” tegasnya. Pernyataan ini menjadi krusial untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Kecaman atas Serangan Israel di Lebanon Selatan

Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono tidak hanya mendorong investigasi **UNIFIL**, tetapi juga secara terbuka mengecam tindakan Israel. “Kami mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Ekonomi RI Melesat! Prabowo Teken Kerja Sama Rp370 Triliun dengan Jepang

Kecaman ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia menentang segala bentuk agresi dan kekerasan yang dapat mengancam stabilitas kawasan. Indonesia terus menyerukan perdamaian dan penyelesaian konflik melalui cara-cara diplomatik. Bahkan, Indonesia selalu berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Kronologi Insiden yang Menewaskan Prajurit TNI

Insiden tragis yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon terjadi di Lebanon Selatan, dekat Adchit Al Qusayr, pada Ahad, 29 Maret 2026. Saat itu, tengah terjadi konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah.

Serangan tersebut mengenai posisi kontingen pasukan perdamaian Indonesia yang berada di dekat lokasi konflik. Selain Praka Farizal yang gugur, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Praka Rico Pramudia tercatat mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan menderita luka ringan.

Dua prajurit yang mengalami luka ringan telah menerima perawatan intensif di rumah sakit Level I UNIFIL. Prajurit yang mengalami luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk penanganan lebih lanjut.

Jenazah Praka Farizal disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL sambil menunggu proses pemulangan ke Indonesia. Pemerintah Indonesia berupaya semaksimal mempercepat proses tersebut, sembari memberikan dukungan penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.

Upaya Investigasi Penuh dari UNIFIL

Sugiono juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Farizal. “Kami meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini,” tuturnya dengan nada prihatin.

Kecaman dari Sekjen PBB Antonio Guterres

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres turut mengecam keras insiden tersebut. Melalui pernyataan yang diunggah di platform X pada hari yang sama, Guterres menyebutkan bahwa seorang penjaga perdamaian asal Indonesia tewas dalam peristiwa yang terjadi di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah.

Baca Juga :  Serangan Israel: Pasukan Perdamaian RI Meninggal Dunia Bertambah!

Pernyataan ini menunjukkan bahwa PBB memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut dan berkomitmen untuk menjaga keamanan serta keselamatan pasukan perdamaian di seluruh dunia. PBB juga mendukung penuh upaya investigasi yang dilakukan **UNIFIL**.

Fokus Investigasi UNIFIL

Fokus utama investigasi **UNIFIL** adalah mengungkap secara tuntas pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Selain itu, investigasi juga bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya insiden dan bagaimana cara mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Tentunya, hasil investigasi akan transparan ke publik.

Investigasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tim forensik, analis militer, dan ahli hukum internasional. UNIFIL berjanji untuk bekerja secara profesional dan independen dalam mengungkap kebenaran di balik insiden tragis ini.

Kesimpulan

Insiden yang menewaskan Praka Farizal Rhomadhon menjadi perhatian serius bagi Indonesia dan dunia internasional. Desakan Menlu Sugiono agar UNIFIL melakukan investigasi tuntas menunjukkan komitmen Indonesia untuk mencari keadilan dan menjaga perdamaian dunia. Investigasi UNIFIL diharapkan dapat memberikan jawaban yang jelas dan mencegah terulangnya kejadian serupa, sehingga pasukan perdamaian dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan efektif.